Kamis, 30 Mei 2013

Tips melatih kura kura


Tips melatih kura2 sebenarnya tergantung pada sifat kura kura itu sendiri.  Berdasarkan pengalaman pribadi, saya akan mencoba memberikan beberapa tips supaya kura kura peliharaan bisa jadi penurut & jinak. Banyak orang beranggapan kalo kura kura cuma cukup diberi makan & diperhatikan kebersihan kandangnya. Akan sangat baik kalo kita menyanyangi kura kura peliharaan kita dan tidak sekedar memberi makan saja. Banyak yang mengatakan kalau tidak boleh terlalu sering memegang kura kura karena di alam kura kura jarang di pegang atau dihandle, tapi semua mahluk hidup akan berlaku sesuai bagaimana kita memperlakukannya. Memang baik jika menghindari terlalu sering memegang kura kura saat kura kura masih jadi ‘pendatang baru’ di rumah kita. Tapi jika sudah mulai beradaptasi & terbiasa dengan lingkungannya, kura kura bisa kita pegang dan ajak bermain secara pelan pelan dan bertahap. Berikut adalah cara cara yang mungkin bisa ditiru supaya kura kura peliharaan jadi jinak & penurut:
  1. Berikan nama pada kura kura karena kura kura bisa mengerti & paham dengan nama kura kura. Panggillah kura kura peliharaan anda sesering mungkin karena semakin sering dilakukan, kura kura akan semakin mengenali nama yang diebrikan pada mereka.
  2. Bermainlah dengan kura kura peliharaan anda. Hal yang paling sederhana adalah memberikan kura kura mainan yang tidak berbahaya seperti bola kecil misalnya, letakkan di dekat kura kura & biarkan kura kura anda ‘memeriksanya’. Kura kura akan mendekat dan mencium bau mainan tadi. Luangkan waktu untuk bermain bersama kura kura.
  3. Sering seringlah memegang kura kura anda karena ini akan membuat kura kura terbiasa dengan tuannya. Dan jika sudah tebiasa, nantinya kura kura malah akan minta untuk dipegang.
  4. Suapi kura kura anda sekali sekali, jika baru awal awal, hati hati jangan sampai jari anda yang dikira makanan. Jika memelihara kura kura dari kecil, melakukan hand feeding akan sangat membantu kedekatan kita dengan kura kura dan memberikan ikatan yang khusus antara kura-kura dengan pemeliharanya.
  5. Jika kura kura sudah bisa datang saat dipanggil namanya, kura kura bisa mulai dibiarkan menjelajahi rumah. Biarkan kura kura berjalan jalan dan tidak hanya diam di aquarium atau tempat berjemurnya. Awasi terus kemana kura kura pergi terutama jika di rumah juga ada binatang peliharaan lain seperti kucing atau anjing. Setelah beberapa saat, kembalikan kura kura ke kandangnya.
  6. Jika ingin kura kura anda melakukan sesuatu, ulangi perintah yang sama berkali kali. Intinya, tujuannya sama dengan memberikan nama panggilan pada kura kura. Katakan kata perintah yang sederhana berulang ulang sambil membantu kura kura mempraktekkannya. Jika sudah terbiasa, kura kura akan memahami kata perintah seperti ‘kesini’, ‘naik’, ‘jangan’ dan lain sebagainya. Bahkan ada kura kura yang bisa diajak bersalaman dengan cara kura kura tadi meletakkan tangannya di atas tangan majikannya bila disuruh.
  7. Ajak kura kura tidur di tempat tidur sekali sekali. Awalnya, letakkan kura kura di kotak yang dialasi kain. Kalau kura kura terbangun dukluan, kura kura tidak bisa kemana mana. JIka sudah mulai biasa & kura kura bangun bersamaan dengan tuannya, selanjutnya letakkan kura kura di atas satu lembar kain dan tutupi kura kura dengan kain yang lain, seperti kasur dan selimut. Jika sudah terbiasa, kura kura akan mengikuti kemanapun tuannya pergi.
  8. Tunjukkan kasih sayang kita pada kura kura peliharaan. Sangat penting untuk tidak hanya memandang & melihat kura kura dan memberinya makan saja. Sekali sekali berbicara dengan kura kura atau menghabiskan waktu dengan kura kura peliharaan akan sangat membantu kura kura peliharaan kita jadi lebih penurut & jinak. Tunjukkan kalo kita sayang dengan kura kura kita.

Latihan latihan diatas akan lebih baik lagi jika diterapkan pada kura kura yang masih kecil atau sebelum kura kura dewasa. Intinya, semakin awal melatyih kura kura agar menurut & jinak akan semakin bagus.

Sexing Kura Kura




Menentukan kura kura jantan atau betina bisa jadi satu hal yang sulit dilakukan jika kura kura masih sangat muda, tapi akan menjadi lebih mudah saat kura kura lebih besar. Sebenarnya tidak terlalu [penting usianya, lebih penting ukuran tubuhnya. Jenis kelamin kura kura dapat dikenlai saat kura kura berukuran 10 cm atau lebih tergantung dari keseluruhan ukuran spesies kura kura. Catatan: Informasi jantan / betina ini dapat diterapkan pada jenis slider dan sejenisnya. Tidak semua kura kura memiliki ciri ini.
Pertama tama, kura kura jantan biasanya cenderung memiliki plastron (tempurung bawah) yang cekung. Ini dikarenakan kura kura jantan harus berada diatas tempurung kura kura betina saat kawin. Akan menyulitkan jika tempurung bawahnya datar. Kura kura jantan akan terpeleset dan jatuh. Ciri lainnya adalah kura kura memiliki tempurung yang lebih tebal dan panjang daripada kura kura betina. Lubang kloaka juga biasanya melewati bagian bawah tempurung. Kura kura jantan harus menyelipkan ekornya ke kura kura betina untuk kawin. Pada beberapa spesies, cakar depan kura kura jantan umumnya lebih panjang.
Beberapa spesies yang memiliki ciri ini adalah Painted, Sliders, Cooters dan Map turtles. Cakar ini digunakan untuk ‘ritual’ kawin. Jantan akan menunjukkan penampilan ‘membelai’ betina di bagian pipi. Tentu saja mereka memiliki tujuan lain selain kawin. Mereka menggunakan cakarnya untuk menunjukkan dominasi pada kura kura lain atau menunjukkan teritori mereka atau hanya sekedar saling menyapa kura kura lain.
Warna pada beberapa spesies juga bisa mengindikasikan jenis kelamin. Pada box turtle jantan cenderung memilki mata yang merah. Pada jenis kura kura spotted, jantan memilki mata coklat dan warna pipi yang kecoklatan.
Ada beberapa cara untuk mengetahui kura kura betina. Yang pertama kali dilihat tentu saja bagian plastronnya. Betina memiliki plastron yang datar. Ekor kura kura betina pendek. Pada kebanyakan spesies kura kura, cakar depan kura kura betina pendek. Betina tidak perlu melakukan ‘ritual’ kawin karena tidak perlu lagi meyakinkan pasangannya kalau memang betina.
Warna juga bisa mengindikasikan jenis kelamin. Box turtle betina biasanya memiliki  mata coklat. Kura kura jantan juga memiliki organ reproduksi yang keluar dari pangkal ekornya. Ini disebut dengan prolapse. Kondisi ini normal normal saja, tidak menyakitkan bagi kura kura tapi cukup mengganggu. Pastikan untuk mengawasi kura kura anda hingga organ ini kembali normal. Jika terlalu sering terjadi akan menyebabkan stress. Periksakan kura kura ke dokter hewan. Jika kura kura anda menghabiskan waktunya di daratan, rendam dalam air hangat kuku untuk menjaganya supaya lembab.
Kadang kadang, organ reproduksi ini tetap membesar dan tidak bisa kembali masuk. Kondisi ini disebut dengan paraphimosis. Pertolongan dokter hewan sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan yang permanen pada organ reproduksi.
Kebanyakan spesies menunjukkan ciri ciri jantan betina seperti yang disebutkan diatas, tapi tidak semuanya. Beberapa box turtle betina memiliki mata yang merah, sememntara beberapa jantan memiliki mata coklat. Beberapa spesies jantan menunjukkan ekor yang pendek. Hal hal yang disebutkan diatas merupakan penampakan pada umumnya. Bayi kura kura tidak menunjukkan karakteristik ini sampai mereka dewasa.

Cara Ngawetin Kura Kura

Sedih rasanya kalo kura kura peliharaan kita jatuh sakit dan akhirnya mati. Rasanya kita pengen selalu nyimpen kura kura yang udah mati itu buat kenang kenangan. Apalagi kalo kura kura yang kita beli harganya mahal & coraknya bagus. Satu sarunya cara biar kita bisa terus nyimpen kura kura kita walaupun sudah mati adalah dengan mengawetkannya. Nah, kalo mau nyoba mengawetkan kura kura biar ngga bau dan membusuk, cobain deh cara ngawetin kura kura di bawah ini:
Setelah kura kura mati, bersihkan semua bagian luar kura kura dengan menggunakan sikat gigi, kalau perlu gunakan sabun yang lembut, keringin, terus bungkus kura kura dengan plastik hingga rapat dan simpan dalam freezer. Sementara itu kita siapin deh bahan bahan yang diperluin untuk pengawetannya. Bahan bahan yang diperlukan untuk pengawetan kura kura adalah:
  1. 500 ml formalin (banyaknya tergantung dari ukuran kura kura yang mati, makin besar kura kura, makin banyak formalin yang dibutuhkan. Setengah liter formalin dalam resep ini dipakai untuk mengawetkan kura kura mati berukuran 15 cm)
  2. Kotak plastik dengan ukuran yang sesuai kura kura dan memiliki tutup yang rapat.
  3. Serat dacron atau serat untuk isi bantal secukupnya.
  4. 10 pc silica gel atau penyerap kelembanan.
  5. Jarum suntik.
  6. Monte untuk kalung plastik berwarna hitam yang bisa dibeli di toko accesoris pakaian, yang ukurannya sesuai dengan ukuran mata kura kura.
  7. 1cc resin & hardener, untuk pemakainannya, bisa tanyakan ke penjualnya.
  8. Jarum pentul secukupnya.
  9. Stereoform dengan tebal 2 cm.
  10. Wax atau semir sepatu warna netral.
  11. Pinset panjang.
  12. Kipas angin stand.
  13. Masker hidung, kacamata dan 4 pasang sarung tangan.
Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah siap, keluarkan kura kura dari freezer, rendam dalam air hingga tidak membeku lagi atau lunak, lalu tahap ‘sadis’ dimulai.
Buat yang ngga tegaan , mending minta bantuan ahlinya deh.. 
  • Dengan bantuan pinset, buat lubang kecil dikerongkongan bawah kura kura dan keluarkan jantung dan paru-parunya.  Lubangi juga salah satu selangkangan untuk mengeluarkan usus dan ginjal kura kura. Khusus untuk kura kura  yang berukuran medium, buka atau belah dada kura kura.
Lubang di bagian leher/bawah kerongkongan
Lubang bagian kaki
Lubang di bagian dada
  • Cuci bersih kura kura yang sudah dikeluarkan organ dalamnya dan pastikan tidak ada organ dalam yang tertinggal, daging pada kaki tidak perlu dibuang.
  • Carilah tempat yang terbuka atau ruangan yang  memiliki sirkulasi udara bagus, nyalakan kipas angin di belakang anda dan pakai sarung tangan, kacamata dan masker. Ini perlu dilakukan untuk menghindari kita menghirup uap formalin karena jika terhirup, bau uap formalin bisa menusuk hidung & menyesakkan dada.
  • Suntik formalin secukupnya pada daerah yang terdapat daging lalu rendam kura kura dalam larutan formalin. Aktu yang diperlukan kurang lebih 1 jam untuk kura kura berukuran kecil. Makin gede, makin lama ngerendemnya.
Cara menyuntikkan formalin
  • Setelah itu, angkat kura kura dari rendaman formalin, buka dan angin anginkan hingga mengering.
  • Isi mulut dan leher kura kura dengan serat Dacron sedikit demi sedikit, isi bagian dalam tempurung dengan Dacron & selingi dengan beberapa silica gel, tusuk bola matanya dengan jarum lalu isi dengan monte plastik hitam.
Tusuk bagian mata dengan jarum pentul
  • Bentuk kura kura sesuai dengan gaya yang diinginkan dengan menancapkan jarum pentul pada kaki kura kura ke ke stereoform.
  • Tahan bagian kepalanya dengan kayu kecil.
  • Keringkan di bawah sinar matahari langsung kurang lebih 1 minggu untuk kura kura berukuran kecil dan kuang lebih 3 minggu untuk kura kura berukuran sedang. Jangan lupa memasukkannya ke rumah kalau hari sudah sore.
  • Setelah kering sempurna, beri sedikit tetesan resin ke mata kura kura untuk memberi ekspresi hidup dan olesi seluruh badan denganwax atau semir sepatu netral.
Nah, sekarang kura kura kesayangan anda bisa anda simpan atau pajang di tempat yang diinginkan. Selamat mencoba yah..

NATURAL TERRARIUM DECOR

NATURAL TERRARIUM DECOR





KAYU ALAMI UNTUK TERRARIUM
 Penggunaan kayu-kayu alamai sebagai salah satu elemen dalam membuat terrarium bagi reptil kesayangan anda adalah suatu keniscayaan. Elemen alami ini akan memberikan effect rasa nyaman bagai di rumah/alamnya sendiri bagi reptil-reptil kita.
Ditengah maraknya bahan-bahan sintetis sebagai pengganti bahan alami tidak menjadikan produk alama ini kehilangan tempat di hati para peng-hobi reptil. Malah mereka memprioritaskan untuk semaksimal mungkin memperoleh atau menggunakan elemen alami untuk dijadikan sebagai hiasan di dalam terrarium mereka.
Di luar negeri para peng-hobi reptile cendrung menghabiskan biaya yang lumayan besar untuk menyiapkan kandang yang asyik buat reptile kesayangannya malah kadang-kadang nilai dari sebuah kandang jauh lebih mahal dengan nilai hewannya sendiri.
Hal ini bagi mereka tidak masalah karena dengan kandang yang baik akan memberikan jaminan yang lebih terhadap hewan peliharaan untuk bisa bertahan hidup dan berkembang biak lebih lama.
Tentunya ANDA juga ingin satwa pet anda hidup dan berkembang biak dengan baik bukan..???

Dangling Pigtail Vines
 Dangling Pigtail Vines, kayu ini terbentuk dari lilitan 2-3 batang kayu yang melilit saling silang sedemikian rupa sehingga keliatan seperti tali.Kayu jenis ini sangat bagus untuk jenis-jenis ular pohon seperti chondro, wagleri, dsb.
Penempatannya bisa diatus sedemikian rupa didalam terrarium sehingga nyaman bagi ular anda untuk bertengger pada dahannya.

Sumba Coastal Vine
 Sumba Coastal Vine,berasal dari jenis kayu tumbuh diperbukitan. Bentuk asli kayunya tidak seperti yang anda liat ini coz mesti dikupas dulu kulitnya agar terkstur kayu di dalamnya kelihatan. Jenis kayu ini sangat bagus digunakan pada kandang jenis bearded dragon, soa payung, dll. Dengan teksture kayu yang unik setelah dikupas kulitnya menjadikan kayu yang satu ini sebagai favorit dan diburu oleh para pecinta reptil untuk dijadikan salah satu elemen alami dalam kandang/terrarium mereka.
 

Kura kura ganti kulit nggak?

Kura kura ganti kulit nggak?

Kura kura adalah sejenis reptil dan semua jenis reptil pasti akan sering melakukan proses penggantian kulitnya. Mungkin pecinta reptile sudah sering melihat ular atau kadal yang berganti kulit. Pada kadal atau ular, pergantian kulit terlihat mudah karena semua bagian tubuh kedua jenis hewan tersebut tertutup kulit yang pada semua bagiannya akan ditanggalkan dan diganti dengan kulit baru. Tapi gimana dengan kura kura? Pergantian kulit juga terjadi pada kura kura kok. Selain kulit di bagian kaki kaki, leher atau wajah, kura kura juga melakukan pergantian ‘kulit’ di bagian karapas atau tempurungnya. Cara kura kura berganti karapas tidak seperti keong yang akan keluar dari cangkangnya dan mencari cangkang baru yang lebih besar. Kura kura berganti karapas dengan cara mengelupaskan ‘scute’ atau sisik sisik besar di tempurungnya yang lebih menyerupai ‘tameng’nya.
Karapas kura kura berbetuk seperti ruas ruas dan ruas ruas itulah yang disebut dengan scute atau tameng. Scute scute tersebut akan mengelupas satu persatu hingga pada akhirnya semua scute pada karapas kura kura akan mengelupas. Kura kura akan melakukan pergantian scute ini secara rutin tiap tahunnya tapi tidak sesering mereka ganti kulit. Kura kura yang sehat sudah pasti akan mengalami pengelupasan scute, jadi jika kura kura peliharaan anda tidak mengalami pengelupasan scute, cobalah untuk lebih memperhatikan habitat dan makanannya. Scute yang mengelupas biasanya berbentuk tipis dengan warna seperti kuku. Scute yang sudah siap terlepas bentuknya kecil dan tipis seperti gambar di bawah ini. Dan ini adalah tipe pengelupasan scute yang normal.

Jangan pernah membantu kura kura untuk mengelupaskan scutenya. Akan lebih baik biarkan scute itu terlepas dengan sendirinya tanpa bantuan kita. Selain berbentuk tipis, ada juga scute tebal yang mengelupas. Contohnya bisa dilihat di gambar di bawah ini. Biasanya ini terjadi karena kura kura memiliki kesulitan dalam pengelupasan scute lamanya dan lama kelamaan akan menumpuk menjadi satu. Jadi bisa dikatakan hal yang tidak wajar jika pengelupasan scute kura kura berbentuk tebal. Tapi masih lebih baik dari pada ngga ngelupas sama sekali.

Cara mencegah penumpukan scute ini sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi harus dilakukan dengan telaten. Caranya adalah dengan menyediakan makanan yang baik untuk kura kura anda dan jemur di bawah sinar matahari pagi secara teratur. Makanan yang baik yang akan sangat membantu kura kura mempermudah melepaskan scute lamanya adalah sayuran. Tapi jangan berikan bayam. Selain sayuran segar, berikan juga tulang sotong yang bisa dibeli di pasar burung & buah buahan yang banyak mengandung vitamin E. Berjemur di bawah sinar matahari terutama di pagi hari akan sangat membantu, jadi harus dilakukan sesering mungkin.
Warna karapas kura kura akan menjadi lebih cerah setelah mengalami pengelupasan scute. Tipe scute yang tebal, walaupun tidak umum, akan lebih memperlihatkan perubahan warna karapas kura kura yang baru. Di bawah ini adalah gambar kura kura setelah mengalami pengelupasan scute yang tebal. Sangat jelas terlihat warna karapas lama yg cenderung kecoklatan dan bedanya dengan karapas baru yang berwarna lebih muda dan agak kehijauan dengan pola yg lebih jelas. Pada kura kura yang selalu mengelupaskan scute scute tipis, perubahan warna karapasnya tidak akan terlihat begitu jelas.

Menu makanan untuk Kura kura

Menu makanan untuk Kura kura

Kura kura yang kekurangan gizi bisa teserang berbagai macam penyakit, begitu juga kalau kura kura terlalu banyak mengkonsumsi protein. Jika kura kura terlalu banyak mengkonsumsi protein, maka kura kura akan mengalami Pyramiding. Penyakit pyramiding ini mengakibatkan adanya kelainan bentuk tempurung kura kura hingga tempurung kura kura menjadi abnormal. Ciri ciri penyakit ini adalah tempurung kura kura akan terlihat berbonggol atau malah datar. Jika tidak ingin kura kura anda jatuh sakit atau menderita kelainan, perhatikan pola makannya dan perhatikan juga jenis jenis makanan apa saja yang boleh diberikan pada kura kura, takarannya, aturan makannya dan lain sebagainya. Bila diperlukan periksa kotoran kura kura apakah ada cacingnya. Jika terdapat cacing segera berikan obat cacing dengan dosis yang sesuai. Kotoran kura kura yang baik adalah yang berbentuk padat tapi tidak keras.
Untuk makanan yang akan diberikan pada kura kura, sebaiknya jangan berikan sayuran yang sudah tersimpan dalam lemari es lebih dari 2 hari. Selalu berikan sayuran yang segar karena akan lebih lebih bergizi dan baik untuk pertumbuhan kura kura. Jadwalkan pemberian makanan & berikan secara teratur, misalnya makanan di berikan pada pukul 09.00 dan 14.00. Sebelum diberikan, potong potong sayur yang sesuai dengan ukuran mulut kura kura. Jika memerlukan tambahan kalsium,sediakan tulang cumi yang bisa di beli di pasar burung.
Berikut ini jenis jenis makanan yang harus sering diberikan:
  • Kaktus oputia yang sudah diparut kasar.
  • Daun & bunga sepatu yang dipotong halus.
  • Sawi sawian, kalian, wortel, labu air, labu kuning, selada air, kangkung,  zucchini, daun + bunga kenikir, daun kacang, daun pakis & jagung. Jika kura kura sudah dewasa, berikan jagung beserta kulitnya.
Jenis jenis makanan yang diberikan cukup seminggu sekali saja karena mengandung banyak protein yang akan mengakibatkan pyramiding:
  • Lidah buaya, buang duri durinya & potong dadu kecil.
  • Kacang panjang, mentimun, toge, kacang kapri, ercis & buncis.
Jenis makanan yang hanya boleh diebrikan sebulan sekali adalah:
  • Selada gado-gado, karena mengandung terlalu banyak nitrit, akan menyebabkan rawan gangguan pencernaan.
  • Tomat & buah buahan, karena mengandung sdikit serat & terlalu manis.
Jangan pernah memberikan makanan makanan di bawah ini pada kura kuera anda:
  • Kubis/kol, bunga kol, bayam, brokoli, lobak, kecipir, daun singkong  karena tidak dapat dicerna & dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Untuk protein hewani khusus hanya diberikan pada kura kura jenis red foot, Geochelone carbonaria, dengan jatah seminggu sekali dengan takaran cukup satu sendok makan.
Untuk minumnya, bila memelihara kura kura dalam tempat yang kecil, sangat disarankan untuk tidak meletakkan tempat air di dalamnya karena akan menjadikan lingkungan kandang becek dan lembab dan ini bisa mengakibatrkan pertumbuhan jamur. Bila memiliki kura kura besar dalam kandang yang luas anda bisa menyediakan kolam air yang dangkal hingga kura kura bisa minum atau berendam kapan mereka mau.
Kura-kura memiliki mekanisme tubuh untuk menyimpan persediaan air, jadi pemberian minum setiap hari tidak perlu dilakukan, sebaiknya rendam kura dalam bak plastik berisi air dangkal, dengan kedalaman kira-kira setinggi rahang bawah kura kura, rendam kura kura selama kurang lebih 5 menit, dan lakukan 2X seminggu untuk mencegah dehidrasi.
Letak kandang kura kura sebaiknya memiliki akses untuk menerima sinar matahari pagi yang masuk melewati ½ bagian dari lantai kandang, karena kura-kura suka sekali berjemur, pastikan kandang aman dari anjing, kucing atau tikus. Alas kandang yang terbaik adalah semen, karpet tanpa bulu atau karpet karet khusus untuk reptile. Lantai keramik atau lantai yang licin sebaiknya dihindari jika memelihara kura kura yang masih kecil. Jangan pernah gunakan pasir atau serabut kayu untuk hamster.
Kandang untuk sekor kura kura berukuran 10cm minimal berukuran 60 X 40 X 15 cm. Aquarium tidak disarankan untuk memelihara kura kura darat karena aquarium kurang memiliki sirkulasi udara dan rawan kelembaban tinggi. Gunakan alas gelas untuk tempat makanan kura kura hingga makanan tidak bercerceran. Pasang lampu pijar 15 watt pada malam hari, khususnya saat musim hujan untuk mencegah kura kura pilek, sedangkan kura kura kecil yang berukuran dibawah 5 cm wajib disinari lampu selama 24jam dengan catatan jaga jarak lampu agar jangan terlalu dekat.

Breeding RedFoot Torto

Breeding RedFoot Torto







Red footed tortoise (Geochelone Carbonaria) dikenal dengan nama Jabuti di Brazil dan Morrocoy di Venezuela. Sering kali amanya disingkat jadi Redfoot aja, Redfoot berasal dari Amerika Selatan dan sangat populer sebagai reptile peliharaan. Nama redfoot sudah bisa ditebak didapatkan dari warna merah atau oranye yang terdapat pada tempurung dan sebagian kepala & ekornya. Satwa unik ini termasuk dalam  Appendix Cites II (Convention of International Trade Endanger Species), yang artinya binatang ini tidak boleh di expor dari negara asalnya tanpa surat ijin. Redfoot punyai kerabat yang berukuran lebih besar yaitu Yellow footed tortoise (Geochelone denticulata) yand dikenal juga sebagai Brazilian Giant tortoise. Redfoot bisa mencapai usia 40 sampai 50 tahun jika dipelihara dengan benar.
Perbedaan Redfoot Jantan dan Betina bisa dibedakan dari ukuran tubuhnya. Ukuran panjang tubuh redfoot berkisar antara 25.4 cm sampai dengan 35.6 cm. Walaupun jarang tapi ada redfoot yang memiliki panjang tubuh mencapai 40 cm. Redfoot jantan memiliki tubuh yang lebih panjang dan lebih berat dari betina, tapi panjang dan lebar tubuh cenderung sama. Berat redfoot jantan dapat mencapai kurang lebih 9 kg sedangkan betina memiliki berat tubuh yang lebih ringan. Redfoot memiliki bentuk tubuh hourglass yang unik, tempurungnya melengkung kedalam dibagian tengahnya atau biasa disebut bagian pinggang, biasanya bentuk ini nampak lebih jelas pada redfoot jantan. Pejantan dewasa juga memiliki ekor yang lebih panjang dan lebih lebar dari betina.
Reproduksi atau perkawinan bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, namun tampaknya musim penghujan mempunyai pengaruh terbesar dalam reproduksi redfoot. Umumnya akan terjadi pertarungan dalam masa genting ini dan membutuhkan lebih dari satu jantan untuk menstimulasi proses perkawinan, namun ada kalanya dalam suatu grup para pejantan saling mengacuhkan satu sama lain dan proses perkawinan terjadi dalam situasi yang damai. Pejantan biasanya membutuntuti betina untuk beberapa waktu sampai mereka berada pada posisi yang paling baik untuk mulai proses perkawinan. Pejantan akan menindih betina dan mengeluarkan suara yang tidak lazim selama perkawinan terjadi. Suaranya cukup beirisik mirip seperti suara seekor ayam. Bentuk tempurung bawah pejantan yang cekung memungkinkan ia untuk terus berada pada posisi kawin yang cukup lama walaupun betina terus bergerak kesana kemari.
Betina akan menampakkan tanda-tanda kegelisahan pada saat ia siap untuk bertelur. Waktu yang paling umum untuk bertelur adalah pada petang hari dan tempat yang lebih disukai adalah tempat yang cukup lembab. Betina kadang menggali lubang beberapa kali sebelum memutuskan untuk bertelur, jika ruangan yang tersedia tidak terlalu luas, tutuplah lubang yang baru tergali karena kemungkinan besar ia akan bertelur ditempat yang sama keesokan harinya. Sarang redfoot terlihat lebih dangkal dari sarang pada spesies lain hingga terkadang telur tidak tertutup tanah dengan sempurna. Betina redfoot dapat bertelur beberapa kali dalam setahun. Satu masa bertelur dapat menghasilkan kurang lebih 8 hingga 15 butir.
Sebelum anda mengambil telur-telur dari sarangnya, aturlah suhu inkubator anda diantara 29 C hingga 31 C.
Siapkan wadah pengeraman dan isi setengah penuh dengan vermiculite yang dicampur air dengan skala 1:1 untuk mencapai kelembaban yang optimal. Galilah sarang dan kumpulkan telur denga hati-hati dan jangan sampai membalikan posisi telur. Jika posisi telur terbalik, embrio didalam telur bisa tenggelam dan mati.
Tandailah telur dengan pensil lunak jika diinginkan untuk memonitor jangka waktu pengeraman lalu kuburkan telur didalam campuran vermiculite setengah tinggi, atau setengah terkubur. Lubang angin dalam wadah telur tidak dibutuhkan bila kelembaban didalam dapat dipastikan selalu berkisar pada 70 sampai 80 persen. Masukan wadah pengeraman kedalam inkubator.
Pengembunan sangat baik untuk menjaga level kelembaban yang dibutuhkan, dapat dihasilkan dengan meletakan sponge (busa penyerap air) yang dibasahkan didalam inkubator. Bukalah inkubator setiap hari agar telur-telur mendapat pergantian udara segar.
Letakan minimum dan maksimum termometer didalamnya dan sedekat mungkin dengan telur sehingga suhu dalam inkubasi selalu termonitor. Keadaan suhu disekitar suhu bawah (29 C) akan memicu terbentuknya tortoise jantan dan keadaan suhu disekitar suhu atas (31 C) akan memicu terbentuknya tortoise betina. Tapi harus diperhatikan bahwa suhu yang tinggi bisa menyebabkan frekuensi penetasan yang rendah dan mutasi pada bayi redfoot. Suhu yang paling baik untuk menghasilkan campuran kedua jenis kelamin adalah 84F (29 Celcius)
Inskubasi atau pengeraman dapat berlangsung dari 120 hingga 190 hari, yang paling umum telur akan menetas setelah 145 hari. Pada sumber lain juga mengatakan, waktu penetasan berkisar antara 105 hingga 202 hari.
Penetasan adalah proses yang amat melelahkan bagi bayi redfoot dan dapat memakan waktu hingga 3 hari. Pertama kali bayi redfoot akan merobek cangkang telur dengan gigi susu yang terdapat pada rahang bagian atas, gigi susu ini akan menghilang nantinya. Lalu bayi redfoot akan menetap didalam cangkang telur selama beberapa hari untuk menghabiskan putih telur.
Pada saat ini satu demi satu telur yang sedang menetas dapat diletakan didalam wadah kecil seperti gelas atau cangkir plastik yang berisi vermiculate, lalu letakkan kembali kedalam inkubator. Cara ini sangat baik untuk menjaga kemungkinan penetasan yang berantakan. Penetasan banyak telur dalam satu wadah dapat berbahaya, karena pada saat keluar dari cangkangnya bayi redfoot yang satu akan menginjak dan menabrak telur lain dan tak jarang beberapa bayi akan mati.
Setelah bayi redfoot meninggalkan cangkang telurnya, gantilah medium vermiculite dalam gelas plastik dengan tisue handuk yang dibasahi, biarkan mereka didalam wadah dan inkubator selama lima hari.  Tidak jarang masih terdapat “yolk sac” (kantung kuning telur) yang menempel pada perut bayi redfoot, berbentuk bulatan tepat ditengah perut bagian bawah. Jangan lepas yolk sac dengan paksa dan biarkan hingga habis terserap. Tak jarang pula bayi redfoot masih memiliki ukuran yolk sac yang sangat besar seperti tumor, berhati-hatilah jangan sampai tertusuk atau pecah. Balurkan pelumas seperti vaseline pada yolk sac dan letakkan bayi redfoot tersebut dalam wadah gelas plastik dengan handuk tisue basah sebaga mediumnya. Biarkan hingga yolk sac habis terserap. Selama yolk sac masih ada, bayi redfoot tidak akan makan atau minum.
Setelah yolk sac terlepas, berilah cairan antiseptik pada bekas yolk sac dan biarkan hingga mengering lalu pindahkan bayi redfoot kedalam aquarium atau wadah dengan medium yang terdiri dari lumut dan pasir. Aturlah pencahayaan dan suhu yang sama seperti pada pengaturan bagi redfoot dewasa. Sediakan tempat air yang cukup dangkal dan pastikan aquarium selalu lembab karena bayi redfoot sangat rentan pada dehidrasi.

Masalah pada Tempurung Kura Kura

Masalah pada Tempurung Kura Kura



Tempurung kura kura yang bermasalah bisa jadi hal yang serius, terutama yang terjadi pada bayi kura kura. Tempurung yang bermasalah bisa berakibat buruk bagi kura kura & bisa memengaruhi kura kura sepanjang umurnya, jadi ini bukan hal yang bisa disepelekan. Jika tidak yakin dengan apa yang terjadi pada tempurung kura kura anda, hal yang paling penting yang harus dilakukan adalah membawanya ke dokter hewan. Dari situ akan diketahui penyakit apa yang diderita kura kura anda & otomatis pengobatan yang tepat akan bisa dilakukan. Jika lesi pada tempurung tidak didiagnosa dengan benar & tidak diobati dengan benar, tempurung kura kura akan menjadi cacat & akan berpengarruh bagi kura kura seumur hidupnya. Beberapa kasus lesi pada tempurung kura kura juga bisa berkembang menjadi infeksi tulang yang disebut dengan osteomyelitis, dan beberapa infeksi juga bisa berakibat pada infeksi darah yang disebut juga dengan septicemia.
Walaupun “tempurung yang membusuk” terdengar tidak berbahaya, hal ini bisa jadi merugikan kura kura. Tempurung yang membusuk biasanya disebabkan oleh bakteri, tapi dalam beberapa kasus, jamur juga bisa menyebabkan hal ini. Jika tidak segerea diobati atau dirawat dengan benar, pembusukan ini dapat menyebabkan infeksi sistemik, kerusakan hati, kelumpuhan dan kematian pada kura kura. Keadaan ini bisa disebabkan juga karena suhu di habitatnya yang kurang hangat, air yang tidak bersih dan lain sebagainya. Selain bisa menyebabkan masalah pada tempurung kura kura, kulit kura kura juga bisa terkena infeksi karena ini. Oleh karena itu, jika kura kura anda memiliki masalah pada tempurungnya, segeralah bawa ke dokter hewan atau dokter yang berpengalaman menangani kasus kura kura seperti ini karena pengobatan yang lebih cepat akan lebih baik.

Bladder stone pada Kura Kura



 Bladder stone pada Kura Kura
Batu kandung kemih adalah masalah yang umum pada banyak spesies kura kura. Diperkirakan  10 persen kura kura yang ada di rumah sakit hewan milik Douglas Mader, M.A., DVM, DABVP memiliki batu kandung kemih. Biasanya batu kandung kemih pada kura kura ini diketahui saat pemeriksaan rutin atau saat pemeriksaan fisik pada kura kura yang mengalami masalah kesehatan lain & pemiliknya tidak mengetahui kalau kura kuranya memiliki batu kandung kemih.
Tidak ada tanda tanda khusus yang bisa menunjukkan kura kura menderita batu kandung kemih. Sekor kura kura yang menderita batu kandung kemih bisa saja terlihat sehat sehat saja dan normal, bisa juga kura kura tersebut kemungkinan sudah akan mati. Lumpuh pada kaki belakang atau kaki belakang yang sangat lemah, sembelit, hidung yang berair, telur telur yang menyatu dan berkurangnya nafsu makan hanya beberapa tanda tandanya.
Batu kandung kemih bisa disebabkan oleh banyak faktor. Tapi dua faktor yang paling umum adalah makanan yang tidak seharusnya dimakan oleh kura kura dan dehidrasi atau kekurangan cairan. Kebanyakan kura kura adalah pemakan tumbuhan. Seperti hewan lain, kura kura membutuhkan protein, karbohidrat & lemak yang harus tersedia dalam makanannya. Tapi, makanan berprotein & berlemak harus berasal dari tanaman atau protein nabati dan bukan dari hewan atau protein hewani.
Sistem pencernaan kura kura tidak bisa menangani nutrisi yang berbasis hewani dalam jumlah yang berlebihan (contohnya: makanan anjing. Makanan  anjing atau dog food yang kadang diberikan pada kura kura sangat tidak bagus untuk kesehatannya dan ini berlaku juga untuk hewan herbivora lain seperti iguana).
Mungkin pernah memperhatikan saat kura kura buang air besar & buang air kecil, kura kura mengeluarkan limbah berwarna putih seperti pasta. Ini adalah limbah dari cernaan protein pada reptil. Jika limbah itu dikeluarkan, itu bisa mengkristal dalam system saluran kencing kura kura & membentuk batu.
Jika kura kura menjadi dehidrasi (yang biasanya bisa terjadi di penangkaran kura kura tidak diberikan cukup air atau diberi banyak makanan yang kurang mengandung air), kemungkinan besar limbah putih ini akan mengkristal di dalam tubuh kura kura dan menyebabkan batu kandung kemih terbentuk.
Batu kandung kemih harus segera dibuang melalui operasi karena batu itu tidak akan hilang dengan sendirinya dan hanya akan bertambah besar apalagi jika sudah dalam waktu yang lama. Batu ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup kura kura. Batu kandung kemih ibarat bola yang akan menggilas organ dalam kura kura seperti ginjal, hati, dll. Tapi jika penyakit ini segera diketahui & batu kandung kemih segera dibuang, kura kura bisa hidup sehat. Pembuangan batu ini sangat mudah dengan operasi yang bisa dilakukan dokter hewan.

PENGENALAN JENIS TORTOISE

Pengenalan jenis "TORTOISE"
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).

Evolusi
Bagaimana batok kura-kura itu terbentuk dan berkembang dalam proses evolusinya, belum diperoleh keterangan yang jelas. Fosil kura-kura tertua kedua yang berasal dari Masa Trias (sekitar 210 juta tahun silam), Proganochelys, telah berbentuk mirip dengan kura-kura masa kini. Perbedaannya, tulang belulang di bagian punggung belum begitu melebar dan belum semuanya menyatu membentuk tempurung yang sempurna. Kura-kura purba hidup dan berkembang kurang lebih sejaman dengan dinosaurus. Archelon, misalnya, merupakan kura-kura raksasa yang diameter tubuhnya dapat mencapai lebih dari 4 m. Fosil kura-kura tertua yang ditemukan saat ini adalah Odontochelys yang ebrasal dari sekitar 220 juta tahun silam.
Banyak jenis kura-kura yang hidup sekarang mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya, sehingga dapat menyelamatkan diri. Namun beberapa kura-kura primitif, seperti contohnya penyu, tak dapat menarik masuk anggota badannya itu.

Kura-kura dan Manusia
Kura-kura secara tradisional merupakan hewan yang akrab dengan manusia. Mitologi Hindu menyebutkan bahwa bumi ini disangga oleh empat ekor kura-kura. Demikian pula, kisah kuno Adiparwa menceritakan bahwa kura-kura raksasa berperan penting menyangga gunung, yang diputar dan digunakan untuk mengaduk lautan, dalam mencari tirta amerta –air kehidupan.
Labi-labi juga menjadi hewan yang disucikan, sehingga kerap dipelihara di kolam-kolam kuil Hindu atau tempat suci lainnya. Karena itu, lukisan kura-kura kadang-kadang muncul pada relief candi atau makam.
Pada sisi yang lain, daging kura-kura dan penyu telah sejak lama dikenal sebagai makanan yang lezat. Beribu-ribu ekor labi-labi, kura-kura dan penyu, terutama penyu hijau, berakhir hidupnya setiap tahun di dapur restoran. Demikian pula nasib telur-telurnya, banyak yang akhirnya menjadi santapan manusia.
Sejenis penyu, yakni penyu sisik (Eretmochelys imbricata), diburu orang untuk diambil sisiknya yang indah sebagai bahan perhiasan. Bersama penyu sisik, beberapa jenis penyu yang lain juga kerap dibunuh dan dikeringkan (diopset) untuk dijadikan hiasan dinding.
Di samping itu banyak jenis kura-kura yang ditangkapi untuk diperdagangkan sebagai hewan timangan (pet). Baik karena keindahan warnanya, keunikannya, atau –ironisnya- kelangkaannya. Beberapa jenisnya dapat mencapai harga yang sangat mahal.
Tekanan yang tinggi dan terus-menerus ini, telah menurunkan banyak populasi kura-kura ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi kebanyakan habitat alaminya di sungai-sungai, rawa dan hutan juga telah turut rusak akibat aktivitas manusia. Pada pihak lain, perkembangan populasi kura-kura amat lambat dan kebanyakan malah belum diketahui sifat-sifat dan kebiasaannya. Oleh sebab itu tindakan konservasi bagi hewan ini amat diperlukan.
Dari semua bangsa kura-kura, hanya penyu yang telah dilindungi dengan cukup baik di Indonesia. Hampir semua jenisnya telah dilindungi oleh undang-undang. Banyak pantai peneluran penyu yang telah dimasukkan ke dalam kawasan yang dilindungi, seperti misalnya Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua. Meski demikian, penangkapan penyu dan pengambilan telurnya masih juga berlangsung secara ilegal dan sulit dihentikan.











Green iguana (Iguana iguana)

 Green iguana (Iguana iguana)
Green iguana is one of the most famous reptiles due to its popularity in zoos, and many reptile lovers maintain it. Has a very distinctive appearance, with a large head, pronounced wattle and comb-like spines impressive peaks that runs in the middle of the back and tail, measuring about three inches high. While, as the name suggests, is usually green iguana, (from dull, grassy green to turquoise living), bright orange individuals may occur in the northern part of the range, and colors may also vary with temperature, especially when young, becoming bright green when hot and dull and dark when cold. Good green scaly iguana is uniformly colored, or black streaks contrasting brown bear or pattern. Great figure, circular scales are present on the lower jaw is clearly visible under the tympanum. Male green iguanas can be distinguished from females by barbed peak clearer and larger head (, femoral pores more visible, and more extensive cloacal opening. 
Also known as Common iguanas.

Kingdom:    Animalia
Phylum  :     Chordata
Class      :     Reptilia
Order     :     Squamata
Family   :     Iguanidae
Genus    :     Iguana

    
   SIZE
  •     Average total length: 1.2 – 1.7 m
  •     Maximum total length: 2 m
  •     Male average snout-vent length: 35 – 42 cm
  •     Female average snout-vent length: 30 – 38 cm
  •     Male weight: 4 kg
  •     Female weight: 1.2 – 3.0 kg




Senin, 20 Mei 2013

Hypercalcemia (kelebihan kalsium) pada IGUANA

 Hypercalcemia (kelebihan kalsium) pada IGUANA
  • Penyebab hiperkalsemia antara lain Konsumsi protein hewani pada kadal herbivora.
  • Keracunan vitamin D dan kalsium dalam dosis tinggi menghasilkan resorbsi tulang yang berlebihan serta penyerapan kalsium di usus meningkat.
  • adapula karena Hormon paratiroid yang berlebihan (sering disebabkan keganasan di kelenjar tiroid).
  • Hypercalcemia menyebabkan cacat tulang, perubahan jantung, syok, hipertensi ginjal dan kegagalan dan kematian pada tingkat sangat tinggi.
  • Cara terbaik untuk menghindari hiperkalsemia adalah untuk tidak berlebihan pada pemberian suplemen vitamin, termasuk melengkapi vitamin D3.
  • Cara terbaik untuk menyediakan D3 adalah melalui akses rutin ke alam terbuka, sinar matahari tanpa filter (yaitu, matahari tidak bersinar melalui kaca, layar plastik).
  • ketika tidak memungkinkan untuk menjemur iguana dgn sinar matahari secara rutin, gunakan lampu uvb dengan jarak 12inci.

Minggu, 19 Mei 2013

Semua Tentang IGUANA ?

IGUANA

SPESIES
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Sauropsida
Ordo: Squamata
Upaordo: Iguania
Famili: Iguanidae
Genus: Iguana
Nama Latin Iguana iguana

Negara Asal
Amerika bagian Tengah dan bagian Selatan Central and South America, kebanyakan locality dari Columbus, El Salvador, Hoduras, Peru, Mexico.

SUHU
Suhu yang baik adalah 26 C s/d 29 C, tempat berjemur 32 C s/d 35 C.

KELEMBABAN
Iggy berasal dari daerah tropis dan membutuhkan tingkat kelembaban yang agak tinggi untuk kesehatan yang layak. Kurangnya kelembaban dapat menyebabkan masalah ginjal dan hati di kemudian hari.

KUKU
Meskipun tidak terlalu besar dibanding komodo dan biawak, iguana memiliki kekuatan yang sangat besar serta memiliki cakar tajam. Cakar ini terutama digunakan untuk mendaki karena iguana aslinya banyak tinggal dilingkungan berbatuan dan berbukit sehingga pantas disebut sebagai binatang arboreal (pemanjat)

SHEDDING
Seperti reptil lainnya iggy akan mengalami proses ganti kulit (shedding) secara teratur.

SUBSTRAT
Media umum yg biasa digunakan sebagai substrate paling mudah adalah alas koran dan forest bark atau terarium linen (karpet mi) (utk jaga humidity dan bau2an).

PERTUMBUHAN IGUANA
Menjadi seorang iggy lover memerlukan tanggung jawab yang signifikan .Sebelum membeli iggy alangkah baiknya mengetahui dasar pemeliharan, kandang, diet, perawatan kesehatan preventif, dan persyaratan khusus lainnya yang dibutuhkan.

PERAWATAN
Iguana yang dirawat dengan benar akan tumbuh dari mulai ukuran baby , juvenile (remaja) hingga adult lebih kurang 2-3tahun bahkan sampe 18 tahun lebih .

PANJANG
SVL = snout-vent length ( panjang badan dari ujung kepala sampe batas awal ekor)
STL = snout-tail length ( panjang badan + ekor )
Ekor Iguana biasanya 2,5-3 kali SVL-nya.

SEXING
Tidak gampang membedakan kelamin iggy , sampe ukuran 70-80cm (usia satu tahun ) baru karakteristik seksual jantan mulai lebih menonjol. Jantan mulai mengembangkan bantalan lemak di bagian belakang kepala (fat pocket) , jowl lebih besar dan dewlap lebih melebar, umumnya kepala jantan lebih besar daripada betina.

DIET MAKANAN
Iguana ditakdirkan sebagai pemakan herbivora ketat dan memerlukan diet khusus agar tetap sehat dan bugar.

Berikut daftar makanan yg bisa dikonsumsi sebagai diet iggy kita

Apel = Kadang-kadang
Asparagus = Kadang - Kadang
Pisang = Kadang - Kadang
Cabai Paprika = Kadang - Kadang
Blackberries = Kadang - Kadang
Sawi Sechine = Kadang - Kadang
Brokoli = Kadang - Kadang
Wortel = Kadang - Kadang
Kembang Kol = Kadang - Kadang
Jagung = Jarang / tidak sama sekali
Timun = Kadang-kadang
Daun / Bunga Dahlia = Snack
Anggur = Kadang-kadang / Snack
Buncis = Baik
Bunga terompet = Snack
Melon = Kadang-kadang
Belewah = Baik
Kangkung = Kadang-kadang
Kiwi = Kadang-kadang
Lettuces = Jarang / Tidak Pernah
Mangga = Baik
Jamur = Kadang-kadang
Pepaya = Baik
Parsley = Kadang-kadang
Makaroni (sudah dimasak) = Kadang-kadang
Nasi = Kadang-kadang
Pir = Kadang-kadang
Bayam = Kadang-kadang / Jarang
Stroberri = Kadang-kadang
Kentang = Kadang-kadang
Tomat = Snack
Semangka = Kadang-kadang

Kesehatan Iggy dengan sinar yang tepat
Tanpa sumber UVB, iguana akan tidak dapat memproses kalsium dengan baik, dan akan rentan terhadap Metabolic Bone Disease.
Sumber terbesar UVB adalah sinar matahari alami. akan tetapi ada alternativ lain dengan lampu UVB banyak terdapat di toko reptil.

Iguana punya gigi lho...jangan anggap remeh
Ide bagus untuk memakai baju lengan panjang dan sarung tangan ketika pertama kali memulai penjinakan iggy.

Penyakit Iguana

  • MBD (Metabolic Bone Disease.- Penyakit Tulang Metaolik), intinya kurang jemur dan kurang kalsium, ada baiknya mempersiapkan vitamin + D3 apabila iggy jarang sekali berjemur utk menghindari MBD
  • Luka,
  • Busuk Mulut (mouth routh)
  • Cacar , kasih makan yang banyak biar cepat ganti kulit.
  • Ekor putus 
  • Gangguan ginjal & hati, terlihat dari beda tinjanya, kasih makan teratur dan bervariasi.
  • Kepanasan (overheating & burn)
  • Jamur, kasih salep anti jamur buat manusia 2x sehari, terus mandiin pake antiseptik ,biasanya hilang sehabis sheeding.

Iguana bersin
  • Iguana (Kadal) merupakan hewan yang paling sering bersin. iguana bersin untuk mengeluarkan sebagian garam dalam tubuh yang merupakan produk sampingan daripada proses sistem pencernaan.
  • Memberi tempat hangat untuk iguana dengan cara memberi sinar UVB yang cukup.

11 Jenis Penyakit Umum pada Iguana

11 Jenis Penyakit Umum pada Iguana

Sama seperti makhluk lainnya, iguana tidak kebal penyakit. Iguana bisa menjadi sakit sehingga memerlukan perawatan agar pulih seperti sedia kala.
Beberapa penyakit bisa mengancam kehidupan iguana sehingga memerlukan perawatan lanjut oleh dokter hewan.

Berikut adalah beberapa penyakit iguana yang paling sering menyerang:

1. Fibrous Osteodystrophy atau Penyakit Tulang Metabolik
Penyakit ini muncul akibat gizi dan makanan yang buruk. Jika baru pertama kali memelihara iguana, ada baiknya mendapatkan nasihat dari penjual mengenai makanan yang cocok untuk iguana.
Beberapa jenis makanan seperti selada tidak mengandung banyak gizi. Jadi penting untuk mengkombinasikan jenis makanan iguana.
Kondisi ini akan diperparah saat iguana tidak mendapatkan cukup asupan vitamin D3 sehingga tubuh tidak dapat memproduksi cukup kalsium.
Gejala penyakit ini meliputi muka dan rahang bawah yang nampak lembek, bengkak di rahang bagian bawah, lesu, kaki bengkak, dan sulit makan.

2. Kelumpuhan Kaki Belakang
Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin B1. Untuk menyembuhkan kondisi ini, dokter hewan biasanya akan menyuntikkan vitamin dan mineral serta merekomendasikan perubahan pakan iguana.
3. Hidung Lecet
Ketika tidak merasa nyaman di lingkungan barunya, iguana akan mencoba melarikan diri dari kandang sehingga menyebabkan goresan dan lecet pada hidung dan wajah.
Saat mencari jalan untuk melarikan diri mereka biasanya menggosokkan hidung pada kandang sehingga menyebabkan lecet. Jika lecet ini tidak ditangani, infeksi bakteri atau borok bisa saja terjadi.

4. Luka Bakar
Beberapa pemilik mungkin memasang lampu di dalam kandang iguana. Pemasangan yang tidak tepat bisa menyebabkan lampu kontak dengan iguana.
 Kontak dengan lampu yang panas berpotensi menyebabkan luka bakar. Jadi pastikan meletakkan lampu di tempat yang aman.

5. Infeksi Bakteri
Ada beberapa jenis infeksi bakteri yang dapat membahayakan iguana.
Jika iguana terus menerus terpapar lingkungan yang lembab dan kotor, hal ini mungkin akan memicu lepuhan pada kulit.
Kurangnya kebersihan kandang dapat menyebabkan gangren pada jari kaki dan kuku. Daerah yang terkena infeksi kemudian menjadi abu-abu gelap atau hitam dan mulai pecah-pecah.
Infeksi juga dapat menyerang mulut iguana. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peradangan dan nanah di mulut.

6. Parasit
Parasit adalah penyebab umum kematian iguana. Parasit turut beredar dalam darah iguana atau berada di saluran pencernaan. Parasit, sama seperti penyakit lainnya, harus segera diobati.

7. Infeksi Virus
Belum ada kepastian mengenai penyebab dan cara mengobati penyakit iguana yang disebabkan oleh virus. Tapi infeksi virus berpotensi membawa dampak buruk pada iguana.

8. Kegagalan Organ
Penyakit ini biasanya terjadi karena usia tua atau sebagai akibat dari infeksi bakteri. Gejala yang muncul meliputi hilangnya nafsu makan, kembung, penurunan berat badan, lesu, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

9. Batu Kandung Kemih
Penyakit ini menyebabkan perut menjadi besar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada iguana.

10. Telur Lengket
Penyakit ini terjadi pada iguana betina. Saat bertelur, iguana mengalami kesulitan mengeluarkan telur sehingga membutuhkan bantuan dari pemiliknya.


11. Jamur
Penyakit ini kerap menjangkiti iguana apabila kondisi kandang kurang bersih. jamur dapat hinggap diseluruh tubuh iguana dan dapat merusak spike, sehingga spike iguana kering, kulit iguana pun akan mengerak, sehingga dapat menyebabkan penumpukan kulit mati saat shedding.

Apa itu Iguana ?

 IGUANA

Iguana ialah sejenis kadal yang hidup di daerah tropi di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Pertama kali mereka disebutkan oleh seorang naturalis berkebangsaan Austria Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768. Ada 2 spesies yang berbeda dari jenis kadal ini: iguana hijau dan iguana antilles kecil.
Kedua spesies kadal tersebut memiliki lipatan kulit di bawah rahang, sekumpulan kulit yang mengeras yang berderet di punggungnya hingga ekor, dan "mata ketiga" di kepalanya. Mata ini disebut sebagai mata parietal, yang mirip seperti tonggak di atas kepalanya. Di belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai paku panjang, dan disebut tuberculate scale. Iguana juga memiliki sisik besar bundar di pipinya yang disebut sebagai selubung subtimpani.
Iguana memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan pada jarak yang jauh. Iguana menggunakan matanya untuk mengarahkannya mengarungi hutan lebat, untuk menemukan makanan. Mereka juga menggunakan matanya untuk berkomunikasi dengan anggota spesies yang sama.
Mereka merespon rangsangan visual berupa warna seperti jingga, kuning, merah muda, dan biru yang terdapat pada substansi makanan mereka.
Telinga iguana disebut timpanum, yang merupakan gendang telinga iguana dan terdapat di kanan atas selubung subtimpani dan di belakang mata. Ini adalah bagian tubuh iguana yang amat tipis dan lembut, dan amat penting untuk pendengarannya.
Mereka sering kali sulit untuk diketahui keberadaannya karena kemampuan mereka untuk menyatu dengan lingkungannya. Warna hijau alaminya sangat membantu dalam menyembunyikan dirinya dari predator.

Apa itu Landak Mini/Hedgehog ?

Landak Mini/Hedgehog?

Landak mini merupakan binatang mamalia kecil dengan lapisan kaku, yaitu duri runcing menutupi punggung. Landak mini memiliki hidung runcing dan mata yang agak menonjol terletak di sisi wajah. Telinga biasanya berbentuk bulat, meskipun dalam beberapa spesies, bisa jadi memanjang, dan terletak tinggi di sisi kepala.   

Landak Mini memiliki ekor yang kecil dan pendek, dan secara fungsional sangat sedikit digunakan. Mereka dapat menggulung seperti bola duri ketika terancam.

Klasifikasi landak mini adalah Kingdom: Animalia | Phylum : Chordata | Class: Mammalia | Order: Erinaceomorpha | Family: Erinaceidae | Subfamily: Erinaceinae | Genera: Atelerix, Erinaceus, Hemiechinus, Mesechinus, Paraechinus | Landak mini yang sedang populer di Indonesia saat ini adalah jenis Atelerix albiventris.

Landak mini berasal dari Afrika, habitatnya adalah di gurun pasir dan daerah yang gersang. Di habitatnya, landak mini tinggal di goa / lubang yang sangat gelap dan terkadang landak mini hidup berdampingan dengan binatang lain di dalam gua tersebut. Makanan landak mini di alamnya umumnya adalah serangga seperti ulat, jangkrik dan serangga kecil lainnya, namun landak mini juga tidak jarang makan buah-buahan dan sayuran dikarenakan sulitnya mendapatkan serangga.

Landak mini di alamnya minum di sungai. Di sungai tersebutlah terkadang landak mini berenang. Landak mini di alamnya juga mempunyai musim kawin, maka para jantan akan mengeluarkan bunyi-bunyi seperti nyanyian untuk merayu sang betina.

Meskipun benar bahwa landak mini adalah spesies yang baru-baru ini dipelihara, tapi landak mini sebagai pet, yang kita miliki bukan binatang liar. Landak mini adalah campuran dari dua jenis landak, dan bukan merupakan varietas alami.

Breeding Landak Mini "HEDGEHOG"

Breeding Landak?  Mudah?
Sebagian orang akan menjawab MUDAH dan sebagian lagi menjawab “SULIT”. Tergantung kecintaan kita pada landak dan ketelatenan kita mengurus pet

Landak memerlukan perlakuan khusus saat hamil.

1. Suasana yang tenang
Mutlak diperlukan, setenang apa? benar2 tenang dan nyaman, dengan sirkulasi udara yang cukup. Bahkan tenang berarti tenang didalam kandangnya (tidak ada mahkluk lain ataupun landak lain di dalam kandangnya) dan juga tenang diluar kandang. Bahkan setelah melahirkan pun, beeding tidak boleh diganti sampai anak2nya aman. Begitu juga pemberian pakan, usahakan mengganggu seminimal mungkin

2. Makanan yang cukup
Asupan nutrisi yang memadai, baik jumlah asupan protein dan juga air minum’nya
Dua hal diatas adalah hal inti, diluar itu masih banyak hal yang berhubungan dengan karakter landak yang kita miliki. Banyak yang berhasil melahirkan, namun gagal merawat hingga dewasa dengan berbagai kendala, si anak dimakan induknya lah, gak disusuin lah, disingkirkan menjauh dll
Jangan katakan “Tega yah, anak sendiri dimakan”, jujur saya paling sebal dengan pernyataan ini. Si breeder nggak tau kebutuhan si ibu landak, namun malah menyalahkan “ketegaan” si ibu landak. Perlu diketahui, naluri pada beberapa hewan untuk melindungi anaknya adalah dengan memakannya. Bahkan pada anjing, hamster dan beberapa mamalia lain melakukan hal yang sama. Saat sang induk merasa ada ancaman dari luar yang membahayakan anak’nya, maka secara naluri, dia akan menyembunyikan anak’nya dengan cara memasukkan anak’nya kedalam mulut
Jadi, salah siapa donk? salah yang mengancam atau salah yang terancam? tentu saja salah kita sebagai breeder yang kurang menjaga ketenangan saat landak beranak. Gangguan dari tikus serta gonggongan anjing juga bisa menjadi sumber “bahaya” bagi si ibu landak.
Oleh karenanya, saya sarankan, peliharalah landak dalam kurun waktu yang cukup untuk memahami karakternya, baru mulai untuk breeding. Jangan nyemplung langsung breeding, selain bisa rugi, juga bisa bikin stress melihat anakan yang “gagal”

Reproduksi Landak
1. Reproduksi kapan dan bagaimana
Pada habitat aslinya, mereka menyambut musim kawin dengan teriakan riuh rendah para jantan, mirip dengkuran. Mereka mulai berubah bentuk. Kelenjar kelaminnya membengkak, sampai perutnya membuncit. Tetapi perut buncit ini justru membuat mereka seksi di mata para betina. Landak jantan akan memamerkan perut buncitnya sambil mengelilingi betinanya terus-menerus, diiringi dengkuran secara berkala yang ritmis, sampai betina yang dirayu akhirnya merebahkan semua duri tegangnya.

Rayuan gombal berakhir, dan diikuti acara pacaran, berupa endus-endus. Selesai acara ini, proses kawin dimulai. Bagi yang berjiwa romantis, jangan pernah membayangkan suasana mesra. Saat kawin, landak akan saling mengigit, mendesis, jambak2an, bantingan2an (hehe, 2 terakhir agak hiperbola), bahkan sampai berdarah-darah. Landak jantan akan mengelilingi yang betina beberapa jam sebelum acara kimpoi, setelah mengelilingi 10-12 kali, akhirnya yang betina tunduk, merebahkan durinya dan si jantan berpegang pada bahu si betina dengan mengigitnya dan terjadilah proses alami yg akan menghasilkan regenerasi.

Siapkah Anda Mengawinkan Landak Mini?
Beberapa orang mengaku merasa mudah saat pertama kali membiakan landak mini, namun ada juga yang menjadi pengalaman menyedihkan dan akhirnya mereka menyerah begitu saja. Jadi, sebelum mencoba membiakan (breeding) landak mini, ada beberapa hal penting yang perlu anda pertimbangkan.

  • Siapkah anda menghadapi kematian bayi-bayi landak? Hal ini sangat umum pada induk betina ketika pertama kali melahirkan akan meninggalkan (menolak) atau memakan bayi mereka. Tingkat kelangsungan hidup bayi landak pada pembiakan pertama adalah sekitar 70 %.

  • Siapkah anda menghadapi kematian induk betina? Hal tersebut bisa terjadi ketika bayi yang akan dilahirkan tersangkut di rahim dan akhirnya induk landak maupun bayinya tidak akan selamat. Mungkin masalah ini jarang, tapi tidak mustahil akan terjadi.

  • Apakah anda memiliki kandang dan ruangan yang ideal untuk keturunannya? Jangan berpikir bahwa anda akan memperoleh banyak uang dengan bayi landak. Bayi landak tidak semuanya dapat dijual. Jadi, anda harus mempersiapkan kandang dan ruangan yang nyaman bagi bayi-bayi landak.

  • Apakah anda siap memberi makan pada bayi landak bila ada sesuatu yang darurat? Hal ini sangat memakan waktu dan tidak selalu berhasil. Dan dapat benar-benar menyakitkan kehilangan bayi landak setelah anda menghabiskan berhari-hari atau berminggu-minggu mencoba menyelamatkannya.

  • Apakah anda siap membiarkan induk landak sendirian selama dua hingga tiga minggu? Induk landak sering membutuhkan privasi setelah melahirkan bayi-bayinya.

Apakah anda memiliki waktu untuk menangani bayi landak mini yang telah cukup umur (lepas susu)? Bayi-bayi yang sudah bisa ditangani perlu diajak bermain agar dapat bersosialisasi dengan anda dan lingkungan di sekitarnya

10 Hal Penting Ketika Mengawinkan Landak Mini

1.       Karakteristik landak betina
Pastikan awalnya bahwa landak betina dalam keadaan sehat. Tidak ada salahnya untuk membawanya ke doter hewan untuk memastikan landak betina bebas dari parasit internal maupun eksternal. Pastikan juga landak betina tidak terlalu gemuk (apakah dapat menggulung menjadi bola?) dan tidak terlalu kurus (apakah sisi perutnya terlihat cekung?). Usia kawin yang ideal untuk landak betina adalah antara 6 hingga 12 bulan. Kurang dari itu, fisik landak betina tidak cukup matang. Landak betina dapat hamil ketika masih berumur 8 minggu, tapi sangat tidak sehat dan dapat menyebabkan kekurangan gizi dan masalah lainnya. Landak betina masuk ke tahap menopause sekitar 2,5 hingga 3 tahun. Pembiakan landak pada masa-masa menopause sering memiliki masalah kekurangan gizi atau kematian, sehingga biasanya landak betina pensiun dari pembiakan pada usia 2,5 tahun.

Temperamen landak betina adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan ketika memutuskan mengawinkannya. Alasannya bahwa sebagian temperamen landak mini akan diwariskan, sehingga pembiakan landak mini yang memiliki temperamen tenang atau ramah adalah cara terbaik untuk mendapatkan bayi yang ramah pula.

2.       Karakteristik landak jantan
Sekali lagi, kesehatan adalah sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan. Landak jantan biasanya bisa berkembang biak sepanjang masa hidupnya jika mereka sehat. Pastikan landak jantan tidak sedarah dengan landak betina. Pembiakan sedarah dapat menyebabkan anomali fisik, masalah kesehatan, dan temperamen buruk. Landak jantan mulai memasuki masa subur ketika berumur 8 minggu, walaupun beberapa orang menunggu hingga minimal berumur 4 bulan. Sama halnya dengan landak betina, carilah landak jantan dengan temperamen yang baik.

Ada banyak cara tentang mengawinkan landak mini, informasi di sini adalah hal yang biasa dilakukan dan bekerja dengan baik. Ketika landak betina diletakkan sekandang dengan landak jantan, biasanya landak jantan akan mengejar landak betina tapi ada juga yang tidak. Perhatikan apakah mereka berkelahi, jika tidak maka biarkan selama 3 hari hingga seminggu tergantung pada perilaku mereka. Lalu pisahkan keduanya.

3.       Kandang
Landak betina memerlukan privasi, maka sediakan tempat persembunyian yang nyaman di dalam kandang. Bisa menggunakan kotak sepatu yang dilubangi sesuai ukuran landak. Kandang harus memiliki dinding yang solid dan tinggi sehingga bayi-bayi landak tidak dapat memanjatnya. Kontainer plastik bekerja sangat baik untuk hal ini. Lalu tempatkan kandang di ruangan yang sunyi.

4.       Kehamilan
Rata-rata lama kehamilan landak adalah 37 hari (sejak pertama kali dikawinkan hingga kelahiran). Paling cepat adalah 33 hari dan paling lama 50 hari, namun sebagian besar antara 35 hingga 39 hari. Pada hari ke 30, anda harus membersihkan kandang secara menyeluruh karena anda tidak boleh membersihkan kandang hingga bayi berumur 3 hingga 4 minggu.

5.       Bagaimana mengetahui landak mini telah hamil?
Kadang-kadang perut landak akan ketat dan keras, mungkin juga terlihat benjolan. Pertumbuhan berat badan signifikan, dan kadang-kadang putingnya akan terlihat jelas. Hal ini bisa sangat sulit, siaga lah, dan berikan waktu paling sedikit 40 hari sejak pertama kali dikawinkan sebelum anda memutuskan apakah landak sudah hamil atau belum.

6.       Bagaimana jika tidak hamil?
Jika pertama kali anda gagal mengawinkan landak mini, teruslah berusaha jangan menyerah! Beberapa landak betina mungkin tidak menyukai pasangannya, dan mungkin membutuhkan beberapa percobaan. Coba kawinkan dengan landak jantan yang lain. Hal ini bisa 2 hingga 3 kali percobaan, bahkan ada yang telah mencapai 10 landak jantan baru berhasil. Terserah anda untuk memutuskan, tapi jika landak betina dalam keadaan sehat maka tidak ada salahnya untuk mencoba lagi.

7.       Ada bayi! Apa yang harus anda lakukan?
Anda mengetahui ada bayi dengan melihatnya atau mendengar suara deritnya. Apapun yang anda lakukan, usahakan untuk membiarkan induk landak sendiri. Cobalah untuk tidak mengganggunya (walaupun hanya untuk melihatnya). Landak betina sering meninggalkan bayinya tersebar sampai semua bayi lahir, jadi anda tidak perlu khawatir tentang bayi yang berserakan, tunggulah beberapa waktu dan biarkan induk landak yang mengkondisikan bayi-bayinya. Banyak induk landak yang memakan bayinya jika mereka stress dan itu adalah risiko yang harus anda terima jika anda menganggunya! Jika ada sesuatu yang darurat dan membutuhkan peran anda, gunakan sendok yang telah digosokkan atau disimpan di dalam kandang sehingga baunya tidak asing bagi induk landak.

8.       Kapan anda dapat memegang bayi landak?
Aturan umum biasanya jika bayi landak telah berumur 3 minggu atau lebih. Hal lainnya adalah sikap induknya, jika tenang dan santai maka induk betina akan membiarkan anda akrab bermain dengan bayinya. Para induk betina yang galak dan mengancam kedatangan anda bisa mengigit bayinya bahkan memakannya. Lebih baik anda menunggu hingga bayi landak berumur 4 minggu agar tidak terlalu berisiko.

9.       Kapan bayi landak lepas susu?
Induk landak akan memulai proses penyapihan (lepas susu) ketika bayi berumur 3 hingga 4 minggu. Di umur 3 minggu bayi landak biasanya sudah memiliki gigi dan 4 sampai 4,5 minggu mereka akan mulai mencoba makanan padat dan menggunakan botol air. Pada umur 6 minggu biasanya induk landak tidak mau menyusui bayinya, dan jika tampak agresif terhadap bayi-bayinya maka pisahkan segera. Juga pisahkan segera jika ada anak landak yang agresif sehingga mereka tidak akan saling menyakiti.

10.   Kapan indukan bisa dikawinkan lagi?
Setelah bayi landak benar-benar disapih, sebaiknya induk betina diistirahatkan terlebih dahulu selama 2 hingga 3 minggu sebelum dikawinkan kembali. Hal ini berguna untuk memulihkan organ-organ reproduksinya dan juga mencegah stres.

Makanan Untuk Landak Mini "HEDGEHOG"

Kebanyakan banyak teman² yang bertanya apa sih makanan Landak Mini itu, makanan landak Mini bervariasi tinggal cara kita kasih makanan yang pas dan sehat buat Landak kesayangan kita..

Di Indonesia belum tersedia makanan khusus landak, anda bisa memberikan makanan anjing / kucing yang berupa makanan kering (pellet). Sesuaikan ukuran butiran dogfood atau catfood dengan hedgehog anda. Makanan variasi (snack) seperti ulat hongkong /ulat jerman, mealworm, jangkrik.

Makanan tambahan sebaiknya tidak diberikan lebih dari 3 atau 4 kali dalam seminggu. Makanan kering (pellet) sebaiknya menjadi makanan utamanya (Sesuaikan kandungan lemak’nya apabila landak menunjukkan tanda2 obesitas). Sementara makanan kering dapat diberikan secara bebas untuk semuanya, Untuk hedgehogs yang kegemukan (obesitas), makanan tambahan sebaiknya hanya diberikan tidak lebih dari 15 menit lalu angkat sisanya.

Jangan memberikan makanan yang merupakan produk susu maupun coklat, karena pencernaan landak itu intoleransi laktosa…alias tidak tahan terhadap laktosa, dijamin langsung keluar PUP mencret, dan sebaiknya tidak menggunakan Pellet untuk makanan ikan karena kebutuhan Gizi dan protein Landak Lebih dari itu.

Sifat
Landak Mini memiliki sifat "nocturnal" atau aktif pada malam hari, sedangkan pada siang hari mereka cenderung menyembunyikan dirinya ditempat-tempat gelap. Karena sifatnya yang suka sembunyi disiang hari, maka pada tempat pemeliharaanya kita bisa menggunakan Pipa Paralon ukuran 4inci atau talang air yang dipotong sepanjang 20cm, kotak sepatu atau strofoam sebagai tempat untuk landak bersembunyi Landak Mini adakalanya melakukan ritual menjilat, ketika landak mini ada di tempat yang baru dengan bau lingkungan yang kuat, dia akan mengigiti media disekitarnya dan membentuk buih dari mulutnya dan merekatkan pada duri-durinya dengan menggunakan lidahnya. Tidak diketahui tujuan dari ritual ini, tetapi beberapa pakar percaya ritual ini digunakan untuk mengkamuflase dirinya dengan area yang baru tersebut.

Apabila Landak Mini digabung dengan binatang peliharaan yang lain, termasuk kucing dan anjing. Ada kemungkinan mereka terancam oleh bintang-binatang ini, namun Landak Mini dapat menggulung diri menjadi bola duri sampai ancaman tersebut hilang. dan Landak Mini cukup bisa membela diri terhadap tikus yang mencoba memakannya, kecuali apabila Landak Mini masih kecil/ bayi.
Landak mini sebaiknya dipelihara disuhu 21 - 27'C, apabila terlalu dingin maka landak mini ini akan masuk dalam proses hibernasi.

Pemberian pakan sebaiknya menggunakan mangkuk yang digunakan untuk pakan anjing/kucing, atau bisa juga menggunakan asbak rokok. sehingga tidak mudah terbalik ketika mereka sedang makan, atau dapat pula dibuat sendiri menggunakan kaca yang dibentuk menjadi kotak dengan ketinggian 5cm.
Selalu sediakan air minum dalam jumlah yang cukup. Landak mini dapat diajar untuk minum dari botol minum yang biasa digunakan untuk hamster. Ini lebih baik dibandingkan pemberian minum dalam mangkuk terbuka, karena biasanya landak mini seringkali mengotori air minumnya tanpa mereka sadari.

Namun teman² banyak bertanya, kok di kasih Pellet ini itu yg di sarankan para Breeder Landak tp landak saya gak mau juga untuk memakannya, Jawabannya sangan mudah yaitu karena Landak anda belum pernah mengenal Pellet yang anda berikan alias belum perenah memakannya.

Caranya Gampang Tips dari saya buat bikin Landak makan apa yg kita mau, misal mau di kasih makan Whiskas tetapi gak mau di makan sama Landaknya, Caranya  2 sendok CatFoodnya kita Halusin/ di Hancurin kayak tepung tapi jangan terlalu halus, nah setelah itu campur dengan Ulat Kandang setengah sendok yang masih hidup atau bisa juga Ulat Hongkong tapi beli Ulat Hongkong yang lebih kecil2, terus taruh di tempat makannya tapi tetap tambahin setengah sendok makan CatFoodnya yang masih utuh di tempatnya, di campur kayak gitu selama 1 minggu : pagi , siang , sore dan malam hingga tanpa di halusin lagi. Di jamin Landak mau makan apa yg kita mau.

Sabtu, 18 Mei 2013

MEMILIH LANDAK MINI SEHAT DAN BERKWALITAS

Berikut adalah tips/panduan anda dalam memilih landak mini yang sehat dan berkwalitas sebagai calon binatang peliharaan yang akan anda adopsi/beli. antara lain: 

- Mata terkondisi baik, bulat, bercahaya, terbuka lebar dan bersinar tanpa cairan serta tidak memiliki  semacam lapisan putih pucat di bagian tengah (seperti ini sering disebut dengan katarak)
- Hidung bersih dan lembab (layaknya hidung sapi) dan tidak meler atau tidak kering kusam
- Moncong bersih, tidak ada bintik-bintik putih yang berkeliaran di area moncong (ini petunjuk awal apakah landak tersebut berkutu/tidak, disamping juga perlu mengecek kulit di bagian pangkal bawah duri)
- Aktif dan lincah, suka langsung mengendus si  obyek  pemegang (tidak menggulung terlalu lama atau bahkan menegakkan durinya sambil meng-klik)
- Telinga pendek, bersih tanpa ada kotoran atau lapisan keras dibelakangnya, tidak ada cairan hijau yang keluar/meler dari bagian lubang telinga.  Seringkali terdapat  kejadian telinga dikunyah oleh anak/temannya. Selama telinganya telah sembuh maka ini tidak perlu anda khawatirkan. 
- Duri, tidak mengalami kebotakan/rontok akibat penyakit/kutu/jamur/kelembapan kandang yang terlalu basah dalam intensitas waktu lama
- Bulu rambut pada perutnya halus dan tidak kusut, tidak ada kotoran yg menempel ataupun kerak
- PUP: padat, tidak diare/cair kehijauan
- Badan padat sehat (bukan lemak, bukan obesitas), asalkan ketika dia diletakkan diatas meja badannya bisa berjalan tegak it’s no problem!!!, tapi apabila berjalannya terhuyung-huyung, atau kesulitan tegak segera cari pilihan landak mini lain.
- Kaki tidak ada yang cacat/patah/lumpuh, jari – jari semua utuh dan antar batang jari benar-benar terpisah (tidak menempel / “ganjet”)
- Berat landak dewasa: 250-700gram

TAMBAHAN:
  • awali memelihara landak mini dengan mental sebagai pecinta binatang, sehingga perlakuan dan kasih sayang anda terhadap landak mini akan menuntun anda untuk menjadi adopter/pecinta landak mini yang sukses dan berhasil, yang selanjutnya merupakan pilihan anda untuk berlanjut menjadi peternak yang mampu menjual landak mini berkwlitas atau sekedar memelihara saja (kepentingan hoby). 
  • pastikan anda mendapatkan info sejelas-jelasnya mengenai DOB (date of birth) dari landak yang akan anda beli
  • pastikan anda mendapatkan info mengenai bloodline/galur/jenis indukan dari landak yang akan anda beli
  • bila landak yang akan anda beli merupakan landak dengan usia indukan, pastikan anda mendapatkan jaminan/kepastian bahwa landak yang anda beli merupakan landak yang sehat dan produktif. hal ini salah satu hal terpenting bagi anda yang tertarik untuk langsung memelihara landak indukan (pertimbangan proses pengembangbiakkan akan lebih cepat dibanding landak anakan yang masi memerlukan pembesaran terlebih dahulu)

Penyakit-Penyakit Landak Mini

Penyakit-penyakit umum yang biasa menyerang landak mini adalah :

- Jamur, ini adalah penyakit umum yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih, jamur pada landak mini umumnya menyerang bagian kulit, muka, dan telinga. Bahkan pada telinga bisa menyebabkan lendir yang keluar dari telinga.

- Kutu, ini juga ditimbulkan karena lingkungan yang kuran bersih, bahkan kutu senang berpindah-pindah tempat dari landak yang satu ke landak yang lainnya. Jadi hati-hati kalau anda memelihara beberapa ekor landak mini.

- Obesitas, penyakit ini disebabkan karena landak mini terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula yang tinggi. Bahkan obesitas dapat menyebabkan penyakit hati berlemak yang sangat berbahaya untuk landak mini.

- Influenza, lagi-lagi penyakit ini disebabkan oleh lingkungan yang kurang bersih terutama pada serbuk kayu yang digunakan, oleh karena itu, jangan memilih serbuk kayu yang terlalu halus kandungannya untuk landak mini.

- Scabbies, ternyata landak mini juga bisa terserang scabbies yang biasanya menyerang kucing / anjing, ini disebabkan karena interaksi dengan binatang lain yang kotor seperti tikus, kucing kampung, dll.

 Adapun penyakit yang berbahaya yang dapat menyerang landak mini adalah :
- Kanker, seperti pada manusia landak mini juga tak jarang terserang kanker, juga sering menimbulkan tumor pada tubuh landak mini.
- Hati berlemak, ini penyakit yang sangat berbahaya bagi landak mini, disebabkan karena makanan yang tidak diatur dengan baik, dan terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi.
Hal terbaik yang dapat kita lakukan setelah mengetahui penyakit-penyakit diatas adalah melakukan pencegahan lebih baik daripada mengobati, berikut cara pencegahan penyakit landak mini :

  • Angkat kotoran pada serbuk setiap hari dan ganti seluruh serbuk setiap 5 hari sekali.
  • 1 bulan sekali cuci bersih kandang landak mini dengan antiseptik.
  • 2 minggu sekali mandikan landak mini dengan antiseptik.
  • Bersihkan kuku, telinga, dan anggota tubuh landak mini yang rentan kotor.
  • Hindari landak mini diganggu oleh binatang lain seperti kucing, tikus, cicak, dll.
  • Sering menjemur landak mini di pagi hari.

Namun, apabila landak mini anda telah terserang penyakit-penyakit tersebut, anda dapat mengobatinya dengan cara-cara Pengobatan penyakit landak mini dapat  dilakukan sesuai dengan penyakitnya :

- Jamur & kutu : biasa diobati dengan cara memandikan landak mini dengan sabun antiseptik, dan menjemur landak mini di bawah matahari pagi.
- Obesitas : dapat dinormalkan kembali dengan cara mengubah makanan landak mini, mungkin landak mini anda selama ini makan makanan yang mengandung banyak protein, lalu mengurangi porsi makannya, juga dapat dinormalkan dengan cara memperluas kandangnya sehingga landak mini dapat bergerak dengan bebas.
- Influenza : dapat disembuhkan dengan memberikan obat flu sesuai dengan dosis untuk landak mini dan menjemur landak mini.
- Scabbies : satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah dengan disuntik (biasanya dibawa ke dokter hewan)

Landak Mini Secara Umum


LANDAK MINI "HEDGEHOG"

Landak mini secara umum dikenal sebagai mamalia kecil dengan lapisan kaku, yaitu duri runcing menutupi punggung mereka. Mereka memiliki hidung runcing, dan mata yang agak menonjol terletak di sisi wajah. Telinga mereka biasanya bulat, meskipun dalam beberapa spesies, bisa jadi memanjang, dan terletak tinggi di sisi kepala. Mereka memiliki ekor yang kecil dan pendek, dan secara fungsional sangat sedikit digunakan. Mereka dapat menggulung seperti bola duri ketika terancam.

Meskipun benar bahwa landak mini adalah spesies yang baru-baru ini dipelihara, tapi landak mini sebagai pet, yang kita miliki bukan binatang liar. Landak mini adalah campuran dari dua jenis landak, dan bukan merupakan varietas alami

Berlawanan dengan beberapa keyakinan, landak bukan hewan pengerat. Mereka adalah kelompok hewan insectivora, sama dengan hewan seperti tikus mondok, shrews, dan Vole. Mereka sama sekali tidak berkaitan dengan landak, meskipun penampilan yang agak serupa menyebabkan banyak orang salah mengartikan landak mini (hedgehog) sebagai bayi porcupine.

Pada dasarnya, landak mini hidup di seberang di Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Tidak ada landak spesies yang asli di Amerika Utara atau Amerika Selatan. Yang landak yang paling sering disimpan sebagai hewan peliharaan biasanya dari Afrika. Landak ini biasanya tinggal di daerah dataran, di daerah-daerah yang sering panas dan kering.

Landak dianggap insectivores, yang berarti bahwa diet utama mereka adalah serangga dari berbagai jenis. Selain itu, tampaknya landak agak oportunis, dan bersedia untuk makan tikus kecil, reptil, burung bersarang tanah telur dan fledglings, dan kadang-kadang potongan-potongan bahan-bahan tanaman seperti sayuran dan buah-buahan.



Landak liar biasanya adalah hewan soliter, selain ibu-ibu dengan anak, dan pasangan selama perkawinan. Mereka sering memiliki rumah wilayah di mana mereka basis pengembaraan mereka di sekitar. Perempuan akan sering berbagi wilayah, meskipun tetap dalam kebiasaan terpisah mereka sendiri dan perilaku. Laki-laki mungkin lebih teritorial, dan kurang toleran terhadap laki-laki lain mengintai wilayah yang sama. Tampaknya mereka menikmati mengambil keuntungan dari pra-menggali lubang yang dibuat oleh hewan lain seperti kelinci, kelinci, musang, dan hewanpenggali lainnya. Mereka sering menutup liang ini dengan rumput dan dedaunan, menciptakan sebuah ruang nyaman di mana mereka dapat  tidur di siang hari. Landak merupakan hewan nokturnal, mereka berburu dan mengembara antara senja dan fajar. Gerakan lambat khas mereka, dan kecenderungan untuk menggulung menjadi bola adalah penyebab utama mereka ditakuti “predator”

Apa itu Landak Mini "HEDGEHOG" ?

Landak Mini

Landak merupakan hewan pengerat (Rodentia) yang mempunyai rambut yang tebal serta berbentuk duri tajam. Landak dapat ditemukan di Asia, Afrika, hingga Amerika, serta mempunyai kecenderungan menyebar di kawasan tropika. Landak adalah hewan pengerat terbesar ketiga bila dilihat dari segi ukuran tubuh, yaitu sesudah kapibara dan berang-berang. Landak berbentuk agak "membulat" dan tidak terlalu lincah jika dibandingkan dengan tikus. Sebab rambut durinya, hewan lain yang mirip tapi bukan pengerat, seperti Landak Mini (hedgehog) dan landak semut (Echidna), juga dikenali sebagai "landak".


Landak Mini merupakan binatang mamalia dari keluarga Erinaceinae. Ada 16 spesies Landak Mini dalam 5 genus, bisa ditemukan di eropa, asia, africa dan new zealand. Landak mini yang kita kenal sekarang merupakan yang berasal dari Genus Atelerix dan dikenal juga sebagai African Pygmy Hedgehog yang berasal dari Afrika Tengah. Dan yang telah ada saat ini adalah perpaduan atau persilangan antara "White-Bellied" (Atelerix albiventris) dan "Algerian". (Atelerix algirus)

Gambaran Fisik Landak Mini

Landak Mini sangat mudah dikenali dari duri dibadannya, duri dibadannya merupakan rambut berongga yang keras. Duri-duri lndak mini tidak beracun atau berkait, serta tidak layaknya bulu dari landak (porcupine), duri dari Landak Mini tidak mudah lepas dari tubuhnya. Pertahanan alami yang dipunyai oleh semua spesies Landak Mini adalah kemampuan untuk menggulung diri menjadi bola duri, hingga seluruh duri menghadap keluar semua dan membuat lawannya tidak mampu menyerang. Jika kita telah terbiasa memegangnya, maka duri-durinya tidak terasa sakit tapi hanya seperti memegang sikat rambut.

Landak Mini mempunyai bentuk badan oval dengan ukuran badan antara 15 centimeter - 20 centimeter, dan berat sekitar 200 gr - 600 gr. Hampir seukuran dengan marmut, umumnya landak mini betina mempunyai ukuran badan lebih besar dibanding jantan. Beberapa landak mini bisa tumbuh besar hingga 700 gr - 900 gr.

Cara Hidup Landak Mini

Landak Mini termasuk hewan "nocturnal" atau hewan yang aktif pada malam hari, pada siang hari landak mini cenderung menyembunyikan dirinya ditempat-tempat gelap. Dikarena kebiasaannya yang menyukai bersembunyi disiang hari, maka pada tempat pemeliharaanya kita bisa membuatkan "shelter" sebagai tempat untuk landak mini bersembunyi.

Landak mini juga sering menjilat. Hal ini terutama saat landak mini berada di tempat yang baru dengan bau lingkungan yang kuat, lndak mini akan mengigiti media disekitarnya dan membentuk buih dari mulutnya dan merekatkan pada duri-durinya dengan menggunakan lidah. Belum diketahui tujuan dari menjilat ini, tapi beberapa pakar percaya kebiasaan ini dilakukan guna mengkamuflase dirinya dengan area yang baru tersebut dan juga meninggalkan jejak bau

Makanan Landak Mini

Utamanya makanan landak mini adalah serangga "insectivora" seperti jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman dan serangga lainnya. Walau begitu landak mini juga terkadang menyukai beberapa jenis sayuran, makanan kering untuk anjing dan kucing pun dapat dia makan. Sebaiknya tidak memberi landak mini susu, sebab usus landak mini sensitif terhadap susu dalam jumlah banyak. Suhu yang tepat untuk landak mini adalah 21 derajat C hingga 27 derajat C. bila suhu kurang dari itu landak mini  akan masuk kedalam proses "hibernasi".